Disbudpar Gelar Pelatihan Pemandu Ekowisata Konsep Ekowisata Tanpa Merusak Ekosistem di Sekitarnya
bro admin | 17 November 2022 | Dibaca 6 kali

Pelatihan Pemandu Ekowisata 2022

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar kegiatan Pelatihan Pemandu Ekowisata selama dua hari berturut-turut di Horison Rahaya Hotel dan Resort, 24-26 Agustus 2022. Kegiatan tersebut merupakan salah satu yang dibiayai oleh Dana Alokasi Khusus Non Fisik Disbudpar Tahun 2022.
Kegiatan tersebut dihadri langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Imam Rismahayadin S.Hut, M.Si, Kepala Bidang Sumber Daya Pariwisata dan Ekraf Luli Agustina S. Hut, MM sekaligus Ketua Pelaksana dan Asda Dua Ajis Suhendi yang berkesempatan membuka kegiatan tersebut.
Kegiatan yang diikuti 40 peserta dari latar belakang yang berbeda-beda, dari APDESI 4 perwakilan, POKDARWIS 21 perwakilan, HPI 10 perwakilan dan 5 perwakilan dari Paguyuban Saidjah Adinda. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.
Tujuan dari pelaksanaan pelatihan tentunya sebagai salah satu usaha untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memajukan pariwisata yang ada di daerah Lebak. Pelatihan ini menghadirkan para narasumber yang ahli di bidangnya terutama kaitannya dengan kepariwisataan,” kata Luli Agustina.
Charis Khadafi dari pegiat Ekowisata, narasumber yang menjelaskan tentang konsep Ekowisata, menyampaikan ekowisata merupakan paradigma baru dunia pariwisata, konsep ini menekankan kualitas dan keberlanjutan sebuah destinasi wisata, sehingga dampak negatif dari pariwisata itu sendiri (salah satunya mengenai sampah) dapat diminimalisir atau tidak ada sama sekali.
Konsep yang berkelanjutan ini memungkinkan dunia pariwisata dan ekologis di dalamnya bisa berjalan beriringan, sehingga kebermanfaatan dari dunia pariwisata terutama dari aspek ekonomi dapat dirasakan jangka panjang dan masyarakat secara luas,” ujarnya.
Sementara materi mengenai pemandu wisata disampaikan dengan baik oleh Haodudin dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Ia menerangkan tugas pokok yang harus diemban sebagai pemandu yang propesional, mulai dari merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakan. Tiga hal tersebut sangat erat kaitannya dalam menjalankan tugas sebagai pemandu, sehingga tanggung jawab sebagai leader dapat dijalankan dengan baik.
“Selain itu, pentingnya narasi atau storytelling juga salah satu kemampuan penting yang harus dikusai seorang pemandu, karena esensi dari kegiatan pada bidang jasa ini adalah penyuguhan informasi secara mendalam,” ujar Hao.
Setelah dua hari penuh pengisian materi, pada hari terakhir pelatihan tepatnya pada Jumat tanggal 26 Agustus 2022, peserta pelatihan Pemandu Ekowisata diajak berkunjung untuk studi banding ke satu destinasi Agrowisata bukit Waruwangi, terletak di Bantarwaru Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten. Sebuah wahana wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian yang menjadi daga tarik wisatawan.
Di sana para peserta dipandu sekaligus dikenalkan ke berbabagai tempat yang menarik di antaranya Rumah Bibit yang menanam berbagai tanaman jamu, peternakan rusa, kerbau dan peternakan sapi pedaging dari jenis yang berbeda-beda. Juga diterangkan bagaimana latar belakang sejarah terbentuknya Wisata Bukit Waruwangi, yang pastinya banyak menginspirasi peserta pelatihan.
Penerapan konsep Ekowisata di destinasi Bukit Waruwangi memang sudah terimplementasi dengan baik dibuktikan dengan selarasnya dunia usaha pariwisata dan ekologisnya. Memang sudah sangat tepat bila tempat ini dijadikan percontohan Ekowisata, diharapkan setelah selesai peserta pelatihan mendapatkan kiblat percontohan bagaimana pengemasan konsep Ekowisata tanpa merusak ekologis yang di dalamnya. (1828)

BAGIKAN :