Belajar Bersama Maestro di Museum Multatuli
bro admin | 17 November 2022 | Dibaca 6 kali

Pencak Silat di Museum Multatuli

Lebak memiliki kekayaan dan keragaman budaya yang luar biasa tersebar di berbagai kecamatan. Kekayaan dan keragaman budaya itu harus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak punah, salah satu cara adalah dengan peningkatan kapasitas para pelaku budaya melalui proses berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Selain itu, menindaklanjuti salah satu dari tujuh resolusi hasil Kongres Kebudayaan tahun 2018 yaitu memfungsikan aset publik (seperti gedung terbengkalai, balai desa, gedung kesenian) dan fasilitas yang telah ada (taman budaya dan museum) sebagai pusat kegiatan dan ruang-ruang ekspresi kebudayaan. Guna memperluas dan menjamin pemerataan akses masyarakat pada kebudayaan.

Bertolak dari dua hal tersebut, Museum Multatuli berinisatif membuat program 3M, yaitu Mendengar, Menimba, dan Mencipta. Kegiatan 3M dapat menjadi ruang ekspresi kebudayaan dan ruang berbagi pengalaman para peserta didik setingkat SD, SMP, dan SMA untuk belajar bersama maestro.

Kegiatan ini diharapkan menjadi simpul utama dalam penyebaran, pertukaran nilai dan pengetahuan serta ajang pembelajaran bagi sumber daya manusia kebudayaan, sehingga kelak mereka akan menjadi pelopor dalam upaya pemajuan kebudayaan.

Kegiatan 3M di Museum Multatuli mengambil empat tema, yaitu kepenulisan ilmiah popular, kepribadian, tari/pencaksilat, dan teater. Masing-masing tema diikuti oleh 25 peserta yang akan belajar selama 5 pekan berturut-turut. Maestro atau narasumber dari setiap tema diambil dari Lebak, di antaranya, Chintya Paramitha (Penulisan Karya Ilmiah), Moch. Fathahillah (Kepribadian), Imas Kania (Tari/Pencaksilat), dan Dede Abdul Majid (Teater).

Selama lima pekan para peserta akan dibimbing oleh para maestro di setiap tema yang dipelajari. Lima pekan para peserta akan mendengar paparan dari maestro, menimba pengalaman bersama maestro, dan diharapkan di akhir akan dapat menciptakan sesuatu yang dipelajari dari maestro. Sebagai contoh dalam kelas penulisan karya ilmiah, terdapat sesi pemaparan materi, mentoring, dan pendampingan dalam proses penulisan. Demikian pula di kelas kepribadian dan tari/pencaksilat.

Para peserta kelas penulisan karya Ilmiah didominasi oleh pelajar SMA dan Mahasiswa. Kelas kepribadian dikhususkan untuk pengurus OSIS tingkat SMA di Kabupaten Lebak. Sedangkan kelas tari/pencaksilat, Museum Multatuli mengundang para peserta yang merupakan perwakilan dari SMP dan sederajat di Kabupaten Lebak. Sampai berita ini diturunkan, program 3M sedang berlangsung kelas teater.

Pembukaan kegiatan 3M tahun 2022 dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022. Kegiatan dibuka oleh Bapak Moh. Sobari, Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak. Kegiatan 3M akan berakhir pada tanggal 30 Oktober 2022. (1828)

BAGIKAN :