Festival Seni Multatuli 2022 Sora Karuhun: Mendengar Suara-suara dari Pedalaman Banten Kidul
bro admin | 17 November 2022 | Dibaca 6 kali

Penampilan Kesenian Beluk Saman pada FSM 2022

Setelah terjeda dua tahun karena pandemi covid-19 yang melanda hampir seluruh belahan dunia, tidak terkecuali di Indonesia, pada tahun ini, Festival Seni Multatuli (FSM) kembali diselenggarakan dengan konsep terbuka atau luring (luar jaringan). FSM 2022 digelar selama dua hari, 4-5 November 2022. FSM juga dapat disaksikan melalui jaringan atau platform Youtube Lebak Unique Official.  

Jika FSM 2018 mengangkat tema “Narasi sebagai Aset”, FSM 2019 dengan tema “Seni dan Kopi”, FSM 2021 dengan tema “Tunggul Buhun”, maka di tahun 2022 ini FSM mengambil tema “Sora Karuhun”.  

Festival Seni Multatuli 2022 tetap berfokus pada penggalian nilai-nilai seni tradisi sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan Kabupaten Lebak. Pengambilan tema “Sora Karuhun” dimaksudkan mengetengahkan ekspresi seni dan budaya yang hidup di wilayah masyarakat kasepuhan adat Banten Kidul.

FSM 2022 mencoba menyimak suara-suara dari Pedalaman Lebak Selatan sebagai upaya menggali khasanah masa lampau yang mengandung nilai-nilai luhur dari berbagai tinggalan kebudayaan yang mewujud dalam berbagai bentuk ekspresi dan estetika, yang menjadi tradisi yang hidup dan dilestarikan hingga sekarang oleh para incu putu,” kata Kadisbudapar Imam Rismahayadin kepada redaksi 1828, Jumat (4/10/2022).

FSM 2022 dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Budi Santoso pada Jumat, 4 November 2022. Dalam acara pembukaan tersebut manampilkan kesenian tradisional Rengkong dari Kasepuhan Cibadak, Kecamatan Cibeber.

“Tema Sora Karuhun mengingatkan kita pada ajaran para leluhur yang harus kita jaga. Apa yang ditampilkan semua mempunyai makna positif, tinggal bagaimana kita bisa mengimplementasikan ajaran-ajaran tersebut dalam hidup kita. Terima kasih kepada Kasepuhan Banten Kidul yang sudah menjaga tradisi, menjaga alam tetap lestari. FSM bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan agama hidup menjadi terarah dan bermakna,” ujar Budi Santoso.

Ada sejumlah program acara selama dua hari ditampilkan secara terbuka dan melalui IG Disbudpar Lebak kanal Youtube Lebak Unique Official. Program-program tersebut antara lain: Teater yang mementaskan naskah yang terinspirasi dari seni tradisi “rengkong”. Teater garapan dari Kelompok Teater Gates STKIP Setiabudhi Rangkasbitung. Teater “rengkong” garapan Sutradara DC Aryadi di malam pertama FSM 2022, Jumat, 4 November 2022. Tampil di tengah gerimis, tak menyurutkan penonton yang antusias menyaksikan hingga akhir pementasan.

Program selanjutnya Sarasehan Kedaulatan Masyarakat Adat dalam 3 sesi, yaitu: (1) Kedaulatan Masyarakat Adat dari Segi Politik, (2) Masyarakat Adat Berdikari Secara Ekonomi, dan (3) Masyarakat Adat Berkepribadian dalam Kebudayaan. Sarasehan ini melibatkan 9 Narasumber yang datang dari beragam unsur, seperti pemerintah, pemerhati, praktisi, seniman, dan akademisi. Kegiatan Sarasehan Masyarakat Adat akan digelar pada 5 November 2022.

Sarasehan bertajuk Kedaulatan Masyarakat Adat Kasepuhan yang inspirasinya berasal dari Trisakti Bung Karno akan menghadirkan narasumber utama, yaitu: H. Ade Sumardi (Wakil Bupati Kabupaten Lebak), dan 8 narasumber lain H. Sukanta, Ketua Kesatuan Adat Banten Kidul, Dr. Abdul Malik (Dosen Komunikasi Politik Universitas Serang Raya), H. Al Hamidi (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten), Firman Gempur Amir (Praktisi Desa Wisata), Ruhandi (Pemuda Adat Kaolotan Cibadak), Dr. Sjamsul Hadi (Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Kemdikbudristek), Dr. Andi Achdian (Sejarawan dan Dosen Sosiologi UNAS), dan Anom Astika (Penggagas Desa Pemajuan Kebudayaan).  

Tampilan seni tradisi “Beluk Saman” dari Kecamatan Banjarsari yang baru saja ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Kemdikbudristek tahun 2022 mengiringi malam puncak FSM 2022. Bupati Iti Octavia Jayabaya berpesan kepada seluruh anak-anak muda untuk ikut melestarikan adat tradisi budaya Lebak.

“Di Provinsi Banten ini yang paling kaya tradisinya itu Kabupaten Lebak. Kalau orang lain ikut melestarikan budaya kita, masa kita tidak mau melestarikannya. Saya berharap, komunitas-komunitas yang ada di Lebak terus berkolaborasi mengadakan event sesering mungkin, agar Lebak diminati masyarakat luar untuk dikunjungi sehingga mampu memajukan ekonomi kreatif yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lebak,” kata Bupati dalam sambutan pada Penutupan FSM 2022.

Puncak kemeriahan oleh kelompok musik tradisi yang lahir dari FSM 2021 “Buhunna Sora” secara memukau terbuka di Panggung Utama FSM. Tampak sangat menikmati suasana, Bupati pun ikut bernyanyi bersama.

Program Pameran UMKM Lebak, Lomba Foto On The Spot, berbagai permainan tradisional dan tampilan lainnya menjadi acara yang turut memeriahkan selama pelaksanaan FSM 2022 yang dipusatkan di Jl. Alun-alun Timur, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

 

BAGIKAN :